You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
BPBJ Bantah Disebut tak Transparan Tentukan Pemenang Lelang
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Proses Lelang di BPPBJ Mengacu Sistem LPSE

Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta, Bless Mianda membantah disebut tidak transparan dalam menentukan proses pemenang lelang.

Hampir sebagian besar Pokja kita tidak cantumkan alasan detail gugurnya perusahaan peserta lelang


Menurutnya, proses lelang di instansinya tersebut mengacu pada sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)‎. Artinya, Kelompok Kerja (Pokja) BPPBJ di wilayah tidak menjelaskan secara detail proses lelang.

"Misalnya perusahaan A gugur lantaran‎ tenaga ahlinya tidak memenuhi syarat. Namun di e-katalog tidak ditulis alasannya, hanya gugur saja," katanya di Balai Kota, Rabu (28/10).

BPPJ Diminta Lebih Transparan

Namun, kata Bless, di dalam berita acara, penjelasan detail mengenai gugurnya perusahaan yang mengikuti lelang telah dituliskan secara detail. Sesuai dengan permintaan Gubernur DKI Jakarta, penjelasan terkait proses penentuan pemenang lelang, akan dibuka secara transparan.

"Hampir sebagian besar Pokja kita tidak cantumkan alasan detail gugurnya perusahaan peserta lelang. Ini sedang kita perbaiki, supaya perusahaan tidak bertanya-tanya lagi," ungkapnya.

Ditambahkan Bless, proses lelang di jajarannya dilakukan secara terbuka dan transparan melalui e-budgeting, termasuk kegiatan dan jumlah pagu di dalam anggaran yang telah selesai dan diproses lelang. Saat ini, dari 2.562 paket kegiatan dengan nilai anggaran Rp 5,7 triliun, 2.420 di antaranya telah selesai dilelang dengan nilai Rp 5,25 triliun.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1201 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1192 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye997 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye956 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye863 personBudhi Firmansyah Surapati